1. Pendahuluan
Di sebuah komputer yang digunakan oleh banyak user dan belum diterapkanpemberian Disk Quota, seringkali masing-masing user menyimpan datanya tanpa
memperhatikan kapasitas harddisk komputer tersebut. Tentu saja hal in akan
menimbulkan masalah-masalah yang membuat pusing seorang administrator.
Untuk mengatasi agar masing-masing user tidak dapat menyimpan data melebihi
kapasitas yang diizinkan , maka seorang administrator perlu menerapkan
pemberian disk quota pada masing-masing user tersebut. Akan tetapi mungkin
saja ada beberapa user yang ingin diberikan disk quota yang lebih besar atau
bahkan mungkin diberikan disk quota yang tidak terbatas. Karena itu dengan
penerapan disk quota ini dapat diatur pembagian quota masing-masing user
sesuai dengan yang dikehendaki.
Banyak pilihan yang dapat digunakan dalam menentukan cara untuk memberikan batas
quota yag mungkin dialokasikan untuk seorang user atau group yaitu apakah dengan
menentukan ruang disk atau dengan menentukan banyak file yang boleh mereka buat.
Anda boleh saja membatasi alokasi ruang disk (block quota) atau berdasarkan jumlah
file (inode quota) atau mungkin kombinasi keduanya. Masing-masing pembatasan ini
kemudian akan dibagi atas dua kategori, yaitu kategori hard limit dan soft limits.
Hard limit tidak boleh dilewati. Setelah seorang user mencapai hard limitnya, dia
tidak akan mendapatkan tambahan alokasi baru pada file sistem tersebut. Sebagai
contoh jika user tersebut mempunyai hard limit 500 blok dalam sebuah file sistem
saat dia telah mengggunakan 490 blok, maka user tersebut hanya tinggal memiliki
alokasi 10 blok. Jika dia mencoba untuk mengalokasikan tambahan 11 blok, maka usaha
ini akan gagal karena sudah melewati hard limitnya.
Sebaliknya soft limit dapat dilewati tapi hanya selama waktu yang telah ditetapkan.
Periode ini dikenal dengan sebutan grace period, yang harga defaultnya adalah
seminggu atau tujuh hari. Jika seorang user tetap mempertahankan kelebihan quota
di batas soft limit lebih lama dari grace periodyang dimilikinya, maka soft limit ini
akan berubah menjadi hard limit. Kemudian karena sifat hard limit, dia tidak akan
memperoleh tambahan alokasi lagi. Saat user tersebut mengembalikan lagi pemakaian
ruang disk di bawah batas quota yang dimilikinya, grace period akan diset ulang.
Kernel merupakan inti dari sistem operasi Linux. Program-program lainnya seperti
kompiler, editor, window manager dsb adalah paket distribusi yang disertakan
melengkapi sistem Linux. Kernel berisi program yang dimuat saat boot dan berfungsi
sebagai interface antara software dan hardware. Kernel juga bertugas menangani
permintaan membaca atau menulis peralatan disk, melakukan tugas-tugas network,
proses input/output, manajemen memori, dsb. Kita harus mengkonfigurasikan kernel
dan mengkompilenya agar benar-benar efisien dan sesuai dengan sistem Linux kita.
Pada dasarnya linux adalah kernel. Program-program lainnya seperti kompiler, editor,
window manager dsb yang disertakan adalah paket distribusi yang melengkapi kernel
menjadi sebuah sistem yang operasi yang lengkap. Informasi mengenai perkembangan
kernel khususnya yang terbaru bisa dilihat di homepage http://www.kernel.org atau
http://www.linuxtoday.org.
2. Konfigurasi Quota
Sebelum mencoba untuk menggunakan disk quota perlu diingat bahwa quota harus
sudah dikonfigurasi di kernel anda dan sistem anda sudah terinstall paket quota. Pada
Linux Redhat versi 6.2, paket quota bisa diinstall dengan rpm jika saat instalasi
sistem, paket quota tidak dipilih. Setelah itu konfigurasi ulang kernel anda dan pada
bagian quota support ketikkan y :
Quota support (CONFIG_QUOTA) [n] y
Pada Linux redhat 6.2, jika quota sudah diinstall, maka secara otomatis saat booting
sistem akan mengaktifkan quota. Untuk mengecek apakah quota sudah aktif lakukan
perintah berikut :
# /usr/sbin/quotacheck –avug
Kemudian hidupkan quota :
# /usr/sbin/quotaon -avug
Setelah itu anda harus menyunting file /etc/fstab untuk mengaktifkan disk quota
per baris file sistem, dimana anda dapat mengaktifkan quota untuk masing-masing
user atau group atau keduanya untuk semua file sistem yang ada di Linux. Sebelum
quota diaktifkan tampilan file /etc/fstab adalah sbb:
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults 1 1
Untuk mengaktifkan quota user, tambahkan “usrquota” pada kolom keempat setelah
“defaults” menjadi :
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota 1 1
Cara untuk mengaktifkan quota group hampir sama, yaitu hanya dengan mengganti
options usrquota menjadi grpquota. Sedangkan untuk mengaktifkan keduanya, dapat
dilakukan dengan mengubah options seperti berikut :
/dev/hda1 / ext2 defaults 1 1
/dev/hda2 /home ext2 defaults,usrquota,grpquota 1 1
Kemudian perlu dibuat juga file yang berfungsi menyimpan record quota yaitu
quota.user dan quota.group. Keduanya harus diset owner sebagai root, dan hanya
boleh di read-write oleh root saja. File ini biasa diletakkan di partisi /home.
# cd /home
# touch quota.user
# touch quota.group
# chmod 600 quota.user
# chmod 600 quota.group
Untuk keterangan lebih lanjut tentang fstab, baca manualnya :
# man fstab
Selanjutnya reboot sistem agar quota dapat berjalan. Jika operasi sudah berjalan
normal anda tidak perlu lagi menjalankan perintah quotacheck dan quotaon. Anda
hanya perlu memastikan bahwa quota benar-benar sudah diaktifkan. Cara yang mudah
untuk melakukan ini ialah dengan menjalankan perintah quota –v. Dari keluaran
perintah ini dapat anda lihat satu baris informasi tentang pemakaian disk dan batas
quota saat itu untuk masing-masing file sistem yang telah diaktifkan quotanya.
Untuk mengalokasikan batas quota digunakan perintah edquota. Perintah dapat
digunakan baik untuk mengatur quota seorang user maupun quota sebuah group.
Apabila perintah edquota digunakan untuk mengatur quota seorang user maka setelah
perintah edquota bisa diikuti dengan flag –u atau bisa juga tidak, baru kemudian
diikuti namauser yang akan diatur quotanya. Jika peintah edquota tidak diikuti flag,
maka secara default perintah edquota tersebut dianggap akan mengatur quota
seorang user alias menggunakan flag –u. Karena itu, jika perintah edquota ini akan
digunakan untuk mengatur quota sebuah group, maka setelah perintah ini harus
diikuti flag –g baru kemudian diikuti nama group yang akan diatur quotanya. Selain itu
perintha edquota ini juga dapat digunakan untuk mengatur quota dua atau lebih user
atau group sekaligus. Sintaksnya :
# edquota <user1> <user2> <user3> …dst
dan untuk mengatur dua atau lebih group digunakan :
# edquota -g <group1> <group2> <group3> …dst
Ketika perintah edquota diminta, secara otomatis sistem akan menggunakan fasilitas
teks editor vi untuk menyunting batas-batas quota yang dikehendaki. Penggunaan
perintah edquota dapat dilihat pada contoh berikut :
Untuk edit quota user
# edquota –u bagus
Quotas for user bagus:
/dev/hda2: blocks in use: 2594, limits (soft = 5000, hard = 6500)
inodes in use: 356, limits (soft = 1000, hard = 1500)
"blocks in use" adalah jumlah total blok (dalam kilobyte) yang telah dipakai oleh user.
"inodes in use" adalah jumlah total file yang dimiliki user dalam partisi tersebut.
Untuk edit quota group
# edquota –g asisten
Quotas for group asisten:
/dev/hda4: blocks in use: 5799, limits (soft = 8000, hard = 10000)
inodes in use: 1454, limits (soft = 3000, hard = 4000)
Seringkali seorang administrator ingin supaya ia dapat mengatur batas quota pada
suatu rentang uid atau user ID, sehingga dia tidak perlu memberikan batas quota
masing-masing user satu demi satu yang tentu saja akan memakan waktu dan tenaga.
Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan flag –p pada perintah edquota. Hal
pertama yang harus dilakukan dalam penduplikasian batas quota untuk sejumlah user
may be: days, hours, minutes, or seconds
Grace period before enforcing soft limits for users:
/dev/hda2: block grace period: 0 days, file grace period: 0 days
Jika anda ingin mengeset grace periode menjadi 5 hari maka anda cukup mengubah
angka 0 days menjadi 5 days, disesuaikan dengan block dan filenya.
Keterangan selengkapnya baca di manual :
# man edquota
Setelah disk quota aktif pada system, tentu saja administrator ingin memeriksa
batas quota dan kapasitas disk quota yang telah digunakan. Untuk melakukan hal itu,
selain dapat menggunakan perintah quota, juga dapat digunakan perintah repquota.
Perintah quota hanya dapat digunakan oleh seorang user untuk memeriksa quota user
dan group, dan pemakaian kapasitas disk yang dimilikinya. Perintah ini tidak bisa
digunkan untuk melihat informasi quota yang dimiliki user lain atau group lain, jika
hanya menggunakan account user biasa. Hanya superuser atau yang memiliki account
root yang dapat melihat informasi quota y ang dimiliki user lain beserta
pemakaiannya. Perintah repquota dapat digunakan untuk mendapatkan ringkasan dari
semua informasi quota dan pemakaian disk untuk file system yang telah diaktifkan
quotanya. Berbeda dengan perintah edquota, pada perintah repquota ini jika anda
tidak menambahkan flag apapun, secara otomatis yang akan ditampilkan adalah quota
untuk masing-masing user dan quota untuk masing-masing group (jika keduanya ada).
Jadi misalkan ingin melihat alokasi quota tiap user di file system /home digunakan
perintah :
# repquota –u /home
misalnya tipe user di file sistem /home ini telah diatur, akan muncul tampilan :
Block limits File limits
User used soft hard grace used soft hard grace
root -- 175419 0 0 14679 0 0
bin -- 18000 0 0 735 0 0
uucp -- 729 0 0 23 0 0
man -- 57 0 0 10 0 0
bagus -- 13046 15360 19200 806 1500 2250
andri -- 2838 5120 6400 377 1000 1500
Penggunaan perintah quota –v oleh seorang user dapat dilakukan untuk melihat batas
quota yang dimilkinya di file system tertentu. Sebagai contoh di bawah ini user adjie
akan melihat batas quota yang dimilikinya :
# quota –v
Disk quotas for user adjie (uid 501) :
Filesystem blocks quota limit grace files quota limit grace
/home 525* 500 550 5days 17 0 0
/usr 0 500 550 0 0 0
Pada file system /home dari contoh di atas dapat dilihat bahwa user tersebut telah
lewat 25 blok dari batas quota yang diizinkan dan mempunyai sisa perpanjangan waktu
5 hari lagi. Tanda asterisk (*) menunjukkan bahwa user tersebut saat ini telah
melewati batas quota yang dimilikinya. File system yang tidak digunakan sama sekali
oleh user biasanya tidak akan ditampilkan dalam keluaran peintah quota, meskipun
user tersebut mempunyai jatah quota pada file system tersebut. Jadi pada contoh di
atas (user adjie selain punya quota di /home juga ada di /usr). Jika perintah quota
digunakan tanpa flag apapun, maka quota user adjie di /usr tidak akan ditampilkan
karena dia sama sekali belum menggunakan jatah quotanya di file system tersebut.
Tapi karena perintah edquota menggunakan flag –v maka semua informasi tentang
quota yang dimilikinya akan ditampilkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar